Monday, November 7, 2011

Sejarah Kota Istanbul ,Turki





Istambul - Kota terbesar di Turki ini, terletak di barat daya wilayah Negara berada di antara dua lautan Bosporus dan Lautan Marmara. Berdiri 660 Sebelum Masehi Oleh Byzantium di beri nama Constantinople pada tahun 330 oleh Constantine Besar yang dijadikan ibukota Roman Timur atau kerajaan Byzantine. Kota ini ditaklukkan oleh penjajah tahun 1204 dan di ambil-alih oleh Turkey 1453.



Karena sejarahnya yang panjang dari dominasi berbagai peradaban kuno, maka Istambul yang merupakan Mega City ini menjadi kota yang kaya akan cagar budaya. Mulai dari Hittites (1800 Sebelum Masehi), Yunani (abad ke 8 Sebelum Masehi), Persian (abad ke 6 Sebelum Masehi), dan pada tahun 395 A.D. menjadi bagian dari Kerajaan Byzantine. Kemudian daerah ini di taklukkan oleh Ottoman Turks dan tetap menjadi pusat Kerajaan Ottoman dari abad ke 13 dan 15 selama 600 tahun.
Turki menjadi negara republik 1923 dengan ibukota Ankara dan Istambul tetap menjadi kota terbesar. Istambul di pilih sebagai nama secara resmi tahun 1930.



Perjalanan Era Baru di kota yang berpenduduk 12 juta jiwa ini dimulai dari pelabuhan laut menuju pusat kota di Taksim Square.


Taksim Square merupakan poros kegiatan kota Istambul. Termasuk transportasinya berpusat disini. Penulis berkesempatan jalan-jalan di Taman ini pada malam hari. Menyaksikan kehidupan malam dari kota ini. Disepanjang jalan lengggang (Avenue) Istiklal Caddesi (Avenue Kemerdekaan), jalan besar bervaving ini merupakan arena bagi warga dan para pelancong untuk menikmati makan malam, berbelanja atau sekedar menikmati sejuknya angin malam di musim gugur ini.


Aneka buah tangan khas Istambul.

Di sepanjang jalan hanya ada beberapa pengamen, pedagang jagung dan pedagang kacang’Chestnut’ bakar. Kacang besar bulat ini mirip seperti biji nangka, rasanya juga mirip biji nangka rebus.



Tidak ada kendaraan yang melintas karena hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Namun pada siang hari hanya trem kuno yang beroperasi bolak balik menyusuri poros tengah dari Avenue itu.



Di sekeliling puat kota ini juga terdapat agen perjalanan, restoran, kedai makan dan minum, hotel-hotel besar seperti Inter Continental, Ritz-Carlton dan The Marmara Hotel, tentu jaringan makanan cepat saji seperti Burger King, McDonnald, Pizza Hut juga meramaikan tempat ini.Termasuk beberapa konsulat negara lain juga bermarkas di sepanjang jalan ini.



Di penghujung avenue ini kita kita bisa mengunjungi bangunan tertinggi pada jamannya yaitu Galata tower seringgi 63 meter. Bangunan bundar sembilan lantai ini Yang dulunya berfungsi sebagai menara pegawas sejenis benteng. Bangunan ini sangat mencolok dan mempunyai sejarah tersendiri dan bisa melihat peandangan seluruh pelabuhan ‘Golden Horn’ dan istana Topkapi dari lantai sembilan atau promenade dari bangunan ini. Yang sekarang dipakai sebagai restoran dan Café.



Oleh-oleh makanan khas Turki diantaranya adalah ‘Turkishdelight’ manisan khas Turki yang dibuat dari Gula dan tepung jagung, dengan aneka rasa dan warna. Kebanyakan dibuat dengan tambahan berbagai jenis kacang sebagai penambah rasa.



Seperti kacang almon,kacang mente dan banyak jenis kacang lain yag dipakai. Penulis juga mengunjungi toko yang khusus menjual beraneka jenis kacang dan kue-kue gula Turki.



Ke Istambul harus mengunjungi tempat bersejarah seperti Haghia Sophia atau di bahasa Turkinya disebut Ayasofya. Basilika ini dibangun pada tahun 532 dan merupakan sebuah gereja khas jaman itu bergaya romawi kuno.

Uniknya bangunan ini dulunya adalah katedral ortodok Yunani, setelah Kerajaan Ottoman menaklukkan Constantinople pada tahun 1453 Haghia Sophia di rubah menjadi mesjid. Kemudian di kenal dengan nama Aya Sofya Cami’i oleh Sultan Mahmet II.

Di tahun 1932 mesjid ini di tutup dan bangunannya di pakai sebagai museum sampai sekarang.


Bangunan ini dilukiskan sebagai bangunan tempat ibadah terindah, terkaya, termewah tidak hanya bagi bangsa timur tetapi bagi dunia.


Untuk masuk museum yang gerbangnya di jaga oleh empat polisi bersenjata, anda harus membeli tiket masuk seharga €10 atau sekitar Rp 150,000.


Perjalanan dari kota kemudian mengeliligi tempat-tempat atraksi wisata di Kota Istambul ini sangat mudah. Transportasi apakah tram, taxi dan bus semua tersedia. Untuk tram membayar tiketnya 1,5 lira Turkey. Sekitar Rp 10.000. Langsung melewati komplek Istana Topkapi. Di istana yang luasnya 700,000 meter persegi, berdiri sebagian besar bangunan besejarah Turki.


Tentu saja kalau anda suka kebab yang dimasak secara khas Turki, gampang menemuinya di kedai makan pinggir jalan.


Di depan mesjid Sultan Ahmet atau Mesjid Biru

Grand Bazaar adalah tempat yang tidak boleh ketinggalan kalau anda berwisata ke Istambul. Ini adalah Bazaar atau pasar raya terbesar dan tertua di dunia. Yang terdiri lebih dari 1200 toko dan meliputi 58 jalan yang mendatangkan pengunjung dari 250,000 sampai 400,000 orang perhari.



Bazaar ini di buka tahun 1461, terkenal dengan barang perhiasan, tembikar, rempah-rempah dan toko karpet. Sebagian besar toko-toko di kelompokkan berdasar barang yang dijual. Yang mana ada areal khusus penjual kerajinan dan pakaian kulit, perhiasan emas dan lain-lain.


Sumber:(Wayan Manuh/Era Baru)

Sejarah Handphone

Di abad 21, telekomunikasi telah memasuki era yang begitu dahsyat. Ketika beberapa puluh tahun lalu telepon rumahan masih merupakan barang mewah, kini yang namanya ponsel (telepon selular) telah merupakan barang keseharian. Harganya yang kian murah membuatnya menjamur. Tetapi, tahukah Anda bahwa di belakang semua ini adalah peristiwa transfer energi yang masih begitu fenomenal.


Siapa tak kenal handphone atau ponsel (telepon selular)? Diperkenalkan pada tahun 1980-an, kini peralatan komunikasi ini sudah jadi perlengkapan sehari-hari. Banyak orang di berbagai kota besar khususnya, tua-muda sering terlihat memamerkannya jika sedang tak digunakan. Ditaruh di saku celana, diselipkan di pinggang, atau ada juga yang sengaja terus dipegang sambil sesekali digunakan untuk menunjuk-nunjuk. Harganya yang sudah kian terjangkau membuat barang ini bisa dimiliki tak hanya oleh si-kaya saja.


Apapun itu, alat yang ukurannya kian imut dan menarik ini juga sudah dianggap sebagai ‘teman’ di perjalanan atau di tempat beraktivitas yang amat praktis. Ia bisa menghubungkan kita dengan relasi, kolega, bahkan dengan bos galak dari mana saja. Teknologi telekomunikasi telah memungkinkannya bisa dipergunakan di mana saja. Apalagi dengan diluncurkannya satelit-satelit selular, yang selanjutnya memungkinkan benda kecil ini bisa digunakan di tempat terpencil (remote area), bahkan dari tengah lautan. Satu yang membuatnya unggul dibanding telepon rumahan, yakni sifatnya yang tanpa kabel atau wireless.


Revolusi di bidang pertelekomunikasian memang telah sampai pada tahapan yang dahsyat. Ketika aktivitas sehari-hari telah begitu overlaps (saling tumpang tindih), peralatan canggih ini selanjutnya menjadi alat yang menentukan. Ia bisa digunakan sebagai penyampai pesan dan kabar penting selain sebagai media untuk perbincangan ringan, yang mana kaum muda biasa menyebutnya ‘ngobrol gaul’.


Akan tetapi, tahukah Anda bahwa untuk mencapai tahapan ini, ratusan insinyur harus menghabiskan waktunya bertahun-tahun di laboratoirum guna menguak berbagai misteri di belakangnya. Mulai dari mempelajari misteri gelombang elektromagnet, sifat gelombang radio berikut klasifikasinya, sampai parameter udara atau atmosfer yang menjadi media perambatanannya. Semua ini berkaitan dengan transfer energi yang tak kasat mata, sehingga apa saja yang berkaitan dengannya masih bisa disebut sebagai fenomena alam. Jika di kota Jakarta dalam selang waktu tertentu ada dua juta orang bercakap-cakap dengan koleganya lewat ponsel, kita pun tak pernah mengerti benar betapa padatnya percikan atau radiasi gelombang elektromagnet yang ditimbulkan saling berseliweran.


Ponsel sendiri sebenarnya bukan peralatan yang benar-benar canggih. Alat ini pada prinsipnya hanyalah sebuah radio transceiver (transmitter-receiver/pengirim-penerima) biasa, mirip walkie-talkie atau handie-talkie yang kerap jadi perlengkapan standar polisi atau petugas sekuriti. Bagian utama dari peralatan telekomunikasi ini adalah osilator sebagai pembangkit sinyal radio, penguat frekuensi radio, pencampur (mixer), pencacah gelombang (detector), dan penguat sinyal audio.


Lalu mengapa disebut telepon selular? Sebutan ini rupanya berangkat dari bentangan penguat sinyal yang dibangun jaringan antena RBS (radio base station) yang menjadi piranti penangkap dan penyebar sinyal. Untuk sebuah kota, penyelenggara jaringan atau biasa disebut provider (apakah itu Telkomsel atau Satelindo) biasa membaginya dalam bentuk sel yang bentuknya imajiner, dimana setiap sel akan diwakili sebuah antena RBS. Itu sebabnya telepon bergerak (mobile phone) ini selanjutnya dikenal pula sebagai telepon selular.


Semakin kecil
Merunut ke belakang, dalam sejarahnya, baik ponsel maupun peralatan telekomunikasi wireless lainnya, pada prinsipnya terkait dengan hasil eksperimen yang dilakukan dua ilmuwan yang bernama James Clerk Maxwell (1831-1879) dan Heinrich Hertz (1857-1894). Maxwell berhasil menguak sebagian fenomena alam tentang gelombang elektromagnetik yang menandaskan, bahwasanya kecepatan radiasi gelombang magnet-listrik ini sama dengan kecepatan perambatan cahaya, yakni sekitar 186.000 mil (300.000 km) per detik. Sementara itu, dalam kesempatan yang berbeda, Hertz melengkapi hasil telaah ilmiah Maxwell dengan mengungkap, bahwa gelombang radio adalah bagian dari fenomena alam ini. Untuk menghargai jerih payah Hertz, masyarakat ilmiah dunia kemudian menggunakan nama ‘Hertz’ sebagai satuan frekuensi atau getaran per detik.



Dalam karakteristik dan fungsi yang berbeda, gelombang elektromagnetik sendiri bisa dipilah-pilah berdasarkan spektrumnya menjadi (mulai dari panjang gelombang terbesar sampai tersempit): gelombang radio, mikro, infra merah, cahaya/sinar tampak, sinar ultra violet, sinar X, dan sinar gamma. Secara khusus, gelombang radio menduduki daerah panjang gelombang dari beberapa kilometer sampai 0,3 meter, sedang frekuensinya dari beberapa Hertz sampai 10^9 Hertz. Gelombang inilah yang kemudian dipecah-pecah hingga ribuan kanal dan digunakan secara internasional untuk berbagai kepentingan di bawah pengawasan International Telecommunication Union.



Pada awalnya, radio sendiri hanya dimanfaatkan kalangan terbatas dalam dinas ketentaraan. Bentuk radio genggam pertama pada mulanya masih sebesar-besar batako dan berat. Dengan bentuk seperti ini, ia memang masih jauh dari praktis. Namun, manfaatnya yang tinggi membuatnya terpakai kemana saja. Di medan pertempuran ia bisa digunakan sebagai peralatan pengirim perintah, hasil pengintaian, dan komando yang amat strategis. Dalam ajang Perang Dunia II, bentuk dan kekuatannya berkali-kali diperbaiki. Pada dekade 70-an, bentuknya bisa diperkecil dengan ditemukannya transistor yang bisa mewakili sekian puluh komponen berukuran besar, dan menjelang dekade 80-an semakin kecil lagi dengan berhasil diciptakannya Integrated Circuit yang mampu memuat sekian puluh bahkan ratusan komponen elektronik ke dalam komponan yang hanya sebesar kancing baju. Temuan ini membuat peralatan telekomunikasi menjadi semakin bermasyakat karena biaya produksinya yang menjadi semakin murah dan manfaatnya yang semakin luas. Teknologi digital juga ikut membuat peralatan ini kian menarik.



Dalam sejarah pertelekomunikasian, Indonesia sendiri sempat mencuat sebagai negara keempat di dunia pemakai satelit komunikasi setelah AS, Uni Soviet, dan Kanada. Satelit pertama bernama SKSD Palapa A yang meluncur pada tahun 1976 ini dimanfaatkan sebagai ‘pemersatu’ Nusantara. Pengoperasiannya dilakukan oleh Perumtel (kini PT Telkom).
Selain untuk keperluan telekomunikasi jarak jauh komersial, ia juga dimanfaatkan sebagai pengirim sinyal televisi selain untuk keperluan pemerintah. Satelit sendiri fungsinya hanyalah sebagai stasiun relay *penerima dan penerus sinyal frekuensi tinggi yang tidak terpantul lapisan atmosfer. Jika SKSD Palapa cenderung dioperasikan untuk keperluan pemerintah, sebuah instansi lain, yakni PT Indosat (Indonesia Satellite Corporation), juga mengoperasionalkan satelit namun untuk kepentingan komersial meski hanya dengan sistem sewa.



Pada tahun 70-an, mungkin sebagian dari kita masih ingat betapa gembiranya bisa menikmati serial pertandingan tinju akbar Muhammad Ali. Ini adalah berkat dukungan Intelsat yang disewa Indosat untuk keperluan komersialisasi siaran televisi dunia. Satelit ini juga dimanfaatkan untuk kepentingan percakapan internasional.


Begitu terbukanya pemanfaatan jaringan telekomunikasi pun membuat berbagai perusahaan telekomunikasi dunia berlomba melakukan inovasi lain yang bersifat komersial. Indosat, misalnya, belum lama ini memperkenalkan 12 layanan jasa yang bisa terhubung ke-250 negara. Mulai dari SLI 001, Conference Call, Precard, Virtual Net, Indonesia Direct, hingga free phone. Dalam layanan jasa yang kemudian disebutnya sebagai Indosat@your life ini, para penggunanya pun menjadi semakin mudah menghubungi siapa saja di belahan dunia manapun. Dengan sinyal-sinyal pembawa pesan ini dunia selanjutnya memang akan semakin kecil saja

Mejadi Seseorang Pengambil Resiko




Apa jadinya bila kita takut mengambil risiko dalam hidup ini? Segala yang kita lakukan pasti berisiko! Apalagi bila hendak maju dan sukses, risiko adalah sesuatu yang harus kita akrabi, bukan dihindari.

Bicara mengenai risiko, seperti kata William J. Bernstein dalam bukunya "The Four Pillars of Investing", "Risk, like pornography, is difficult to define, but we think we know it when we see it." Risiko, seperti pornografi, sukar untuk didefinisikan, tapi kita akan mengetahuinya bila kita telah melihatnya. Begitu pula risiko, kita akan mengetahui dan merasakannya bila kita telah menjalaninya.

Bila kita berani mengambil risiko, artinya kita telah berani menjalani kehidupan itu sendiri. Juga menunjukkan bahwa kita yakin akan mendapatkan suatu pelajaran berharga dari setiap risiko yang diambil. Tentu saja bukan berarti melangkah tanpa perhitungan yang matang. Satu rahasia orang-orang yang telah sukses, seperti yang mereka ungkapkan, adalah bahwa mereka sering mengambil risiko dalam bertindak.

Lantas, mengapa sebagian orang enggan untuk mengambil risiko? Jawabannya sederhana. Mereka takut gagal, berpikir tak dapat melakukannya, atau merasa belum mahir dan berbakat. Keberanian mengambil risiko, sesungguhnya lebih menunjukkan kepada karakter dan mental seseorang. Bukan pada besar kecilnya risiko yang dihadapi. Kualitas seseorang tidak ditentukan dari peristiwa yang datang menghampirinya, tapi dari respon yang ia berikan dari peristiwanya itu sendiri.

Jadi, bila kita ragu untuk melangkah karena tidak tahu apa yang akan menghadang langkah kita nantinya, beranilah untuk mengambil risiko. Beranilah untuk mengambil kesempatan yang datang demi terwujudnya kehidupan yang lebih baik. Toh, kita tidak akan tahu apakah kita sanggup menghadapinya atau tidak, sebelum kita benar-benar mengalaminya.

Namun, sekali lagi diingatkan, berani mengambil risiko bukan berarti melakukan tindakan gegabah. Hanya karena sebagai orang berhasil menggapai kesuksesan karena tidak takut akan risiko, kita tetap harus melakukan persiapan dan pertimbangan yang matang. Agar apabila suatu saat risiko yang kita takutkan itu benar-benar terjadi, kita dapat melewatinya dengan baik. Begitulah bila kita ingin sukses dalam segala hal, kita akan selalu dihadapi dengan risiko. Risiko sangat berkaitan dengan rasa takut-takut akan timbulnya kekacauan, takut akan penilaian orang lain yang menghakimi, dan takut akan hal-hal tak terduga yang menunggu di depan sana. Hadapi rasa takut itu dan jadikanlah rasa takut sebagai motivator!


Tanpa kita sadari, banyak sekali keuntungan yang dapat kita ambil bila kita berani mengambil dan menghadapi risiko. Bila kita melakukan kesalahan, otomatis kita akan lebih bijaksana ke depannya. Bila kita sukses, kita akan belajar dan tahu besarnya kapabilitas dan potensi yang kita miliki. Dalam hal karier, saat kita berani mengambil risiko, maka hal itu akan mengantar kita menjadi seorang pemimpin dan inovator. Kunci dari semua yang telah disebutkan di atas adalah, menjadi a smart risk taker- seorang pengambil risiko yang cerdas!

Berikut ada enam cara yang ditulis oleh Beth Banks, PhD-seorang ahli di bidang leadership development, yang bisa mengantar kita menjadi salah satunya.

Percaya pada insting

Jangan menunggu sampai suatu petunjuk nyata datang kepada kita, baru mengambil keputusan, karena bisa saja petunjuk itu datang terlalu telat atau malah tidak datang sama sekali. Kalaupun ada petunjuk yang sangat baik, bukan hanya kita saja yang mengetahuinya, tetapi juga orang lain yang mungkin memiliki tujuan yang sama. Saat ide brilian menghampiri, jangan banyak membuang waktu, langsung realisasikan dan kerjakan saat itu juga! Percaya pada apa kata hati.

Jangan takut untuk meminta bantuan

Bila memang kita sedang menghadapi suatu hal yang memang kita kurang pahami, sedangkan sesuatu itu bisa membawa kemajuan besar menuju apa yang kita ingin capai, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada yang lebih ahli. Bila kita terus terjebak dalam rasa takut akan risiko-takut bila meminta bantuan kepada orang lain, maka kemampuan kita akan diremehkan, maka kita tidak akan pernah bisa maju.

Lepaskan energi positif

Rasa takut, stres, dan ketidakpastian bisa kita jadikan "teman", bukan musuh yang harus dihindari, asalkan kita memperlakukannya sebagai motivasi, bukan sebagai penghalang. Biasakan untuk menolelir perasaan-perasaan itu. Selalu ingatkan kepada diri sendiri, bahwa kemajuan tidak akan datang bila kita tidak melangkah maju ke keadaan yang penuh ketidakpastian.

Antisipasi dan tindakan

Tidak membuat suatu keputusan sebenarnya adalah sebuah keputusan, yang buruk tentunya. Berpikirlah seperti seorang atlet, dan belajar untuk menempatkan diri bahwa aksi dan tindakan diperlukan untuk mencapai suatu prestasi.

Belajar dari Kegagalan

Pelajaran yang paling berharga dalam hidup kita adalah apa yang dihasilkan dari sebuah kegagalan. Orang-orang bisa menjadi sangat pemaaf bila kita benar-benar sudah melakukan yang terbaik dan bersikap penuh dengan integritas.

Realistis

Memang, terkadang ide-ide dan mimpi yang superfantastis akan terlihat sangat bagus di atas kertas, tetapi kenyataan tidak semudah menulis di atas selembar kertas. Saat kita sudah merasa siap untuk mengambil risiko, pikirkan tentang alasan yang masuk akal mengapa kita akan melakukannya.
Ada beberapa halangan yang bisa membuat kita mengurungkan niat untuk menjadi seorang pengambil risiko. Mungkin, dengan mengetahui apa saja halangan/perasaan itu, kita bisa jadi lebih siap dan tidak berubah pikiran untuk melangkah maju demi mencapai apa yang kita inginkan, walaupun ada risiko yang menghadang!

-Keinginan untuk selalu benar
-Ketidakpastian
-Rasa takut diremehkan
-Menghindari konflik
-Takut akan kegagalan
-"Bermain" aman
-Rasa takut akan penolakan
-Takut tidak mendapatkan persetujuan
-Takut akan menyakiti orang lain.



SUMBER:Tri Gozali (Inspirasi Hidup)

Tips mengatasi Kangen sama seseorang yang tidak bisa kita miliki




Tadi malem saya kangen sama seseorang yang seharusnya tidak boleh dikangenin. Yes.. pasti anda pernah merasakannya. Kangen dengan mantan, selingkuhan, atau apapun yang tidak bisa kita temui saat itu juga.

ini dia beberapa hal yang saya coba:

1. Temui temen yang paling gokil, ( dengan catatan dai harus jalan ama kita tanpa pacarnya ) . Trus... karaoke. Ini menyenangkan, kalo lagi kantong kempes, yah setel winamp aja, pake headset berdua di mobil ato di jalan. then sing all the way.. .!!

2. Nonton film romantis sendirian, dan berakhir dengan tangisan penuh emosi. Setelah itu mandilah! dan jalan ke foodcourt atau warung makan sendirian, sapa beberapa orang dan dapatkan kenalan!!

3. Menelpon orang yang kita kangenin itu. Trus bentak-bentak aja dia. PAsti dia kaburrrr!! biarin aja.. toh kita juga gak bakal dapet kan.. hehhee... ( dengan catatan, anda sudah tidak mengharapkannya lagi lho... )

nah.. bagaimana? saya sudah tidak punya tips lagi nih, kayaknya hanya itu yang bisa saya lakukan pas lagi kangen.karena saya bukan manusia yang sempurna.
Selamat mencoba,

Cara Ampuh Mengatasi Galau



“Galau” sepertinya kata-kata ini sering terdengar oleh Anda yang sering update status di twitter, kata-kata ini juga sering dipakai oleh para pengguna twitter ketika dia sedang dilanda fenomena “galau” bahkan sering dijadikan dalam bentuk hashtag. Buat anda yang tidak mempunyai twitter dan tidak mengetahui “galau” itu apa, akan saya jelaskan sedikit. Galau itu adalah rasa dimana perasaan seseorang sedang gundah atau gelisah. Nah, berikut saya berikan beberapa tips cara mengatasi rasa galau tersebut.



Pertama, perasaan galau ini sering muncul bagi anda-anda para jomblo, karena galau ini mudah menyerang yang sedang kesepian apalagi tidak punya kekasih..hhhe. Nah agar rasa galau itu hilang caranya adalah setiap malam minggu ketika teman anda yang sudah berpasangan sedang “berpacaran”, pastikan anda selalu ikut dalam kegiatan itu Jadilah orang ketiga dalam setiap kegiatan pacaran mereka. Jadi perhatian Anda akan teralihkan dari rasa “galau” ke perbuatan mengganggu orang pacaran..

Kedua, jika rasa galau ini belum hilang. Dengarlah musik aliran metal,seperti black metal,undergrond, kencangkan suara volumenya dan bernyanyilah sekencang-kencangnya sampai rasanya pita suara anda mau putus, agar lebih tersa lagi pakailah peralatan dapur seperti panci dan penggorengan sebagai pengganti alat musik. Buatlah diri anda nyaman dan tidak merasa galau lagi. Teriaklah sekencang-kencangnya sampai tetangga sebelah merasa terganggu dan melempari rumah anda dengan batu. Halalkan segala cara untuk menghilangkan rasa tersebut..


Ketiga,agar anda tidak merasakan galau yang berkepanjangan sendirian, ajaklah beberapa teman Anda ke rumah, ajaklah mereka agar merasakan ke-galau-an yang sedang anda alami jika perlu sambil menonton film telenovela yang menguras air mata. Dengan demikian, anda tidak sendirian lagi mersakan rasa galau tersebut karena sekarang anda mempunyai teman untuk merasakan rasa galau anda...Semangat...!!


Semoga tips-tips diatas bermanfaat,Ayo semangat jangan biarkan hati ini terbelenggu hal" yang tidak penting,masih banyah hal yang penting untuk dipikirkan,MASA DEPAN sedang menunggu kita dengan berbagai masalah lainya,satu kata dari saya HADAPI SEMUA DENGAN SENYUMAN.

Saturday, November 5, 2011

Cara Mengeluarkan Kekuatan Dahsyat Manusia

 


TAHUKAH anda kenapa begitu banyak orang gagal dalam usahanya untuk bisa sukses sewaktu merintis usaha?

Jawabnya karena mereka biasanya tidak betul-betul dalam kondisi “terdesak”. Modal utama untuk sukses bukanlah uang, bukan ide jenius, bukan juga skill, pun bukan koneksi. Itu semua memang penting, tapi bukan yang nomor satu.


Modal utama dalam berusaha adalah adanya “perasaan terdesak”. Mental “kepepet” inilah yang akan menggebuk seseorang untuk sungguh-sungguh “fight” dalam merealisir usahanya. Dalam kondisi ketika dihadapkan pada pilihan “hidup” atau “mati” itulah talenta terbaik seseorang biasanya menerobos keluar. Sastrawan Pramudya Ananta Toer melahirkan karya-karya monumentalnya sewaktu ia berada di sebuah penjara, di pulau Buru sana. Sementara itu Chairil Anwar menelorkan puisi-puisinya dalam situasi hidup yang bokek dan sakit-sakitan.


Bayangkanlah sekarang suatu kondisi ektrem lain. Misalnya mendadak hari ini anda dipecat dari pekerjaan anda yang nyaman dan bergaji besar. Pastilah kalau anda masih manusia normal, pada awalnya anda sempoyongan berat. Tapi sesudah itu anda dihadapkan pada pilihan sederhana : menyerah kalah begitu saja atau mulai mencoba bangun mencari jalan keluar dari mimpi buruk itu. Ada banyak cerita sukses orang-orang yang berhasil keluar dari situasi chaos itu. Sukses itu mungkin malah tidak akan pernah mereka raih kalau saja mereka tetap berada dalam zona nyaman pekerjaan lama mereka.


Kenapa kelompok etnis Cina di negeri ini umumnya bisa “sukses” adalah juga karena kondisi “terdesak” itu, di samping karena etos “kerja keras” yang selama ribuan tahun terus dipompakan para ruh leluhur.


Mereka dibuat terpojok secara politis puluhan mungkin bahkan selama ratusan tahun, sehingga hanya tersedia sedikit pilihan bagi mereka menjadi juara badminton atau juragan tekstil,umpamanya. Karena kesempatan sukses hanya tersedia pada lahan yang begitu terbatas, tidak ada pilihan buat mereka kecuali bertarung habis-habisan di lahan yang “disisakan” buat mereka itu.


Tapi bagaimana kalau kita sebenar-benarnya memang tidak sedang “terdesak”, tapi menginginkan sebuah terobosan berarti dalam hidup kita? untuk kasus seperti ini gampang, ciptakanlah situasi “kepepet” artifisial, yang sanggup memaksa anda terpaksa berkelahi sungguhan, meskipun sebetulnya tidak ada ‘musuh’ di dekat anda.



Sources : Mario Teguh

Inilah Kriteria Wanita Yang Tidak Pantas Dinikahi




Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul: “Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus” menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda:


Pertama: Gadis Pencemburu



Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidak percayaan (keraguan) yang menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari para istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya.


Kedua: Gadis Egois, sok menjadi ratu



Adapun gadis yang kedua adalah gadis yang egois, ingin berkuasa, menginginkan dari suaminya segenap kecintaan, ketundukan, dan kepasrahan hanya kepadanya saja. Dia akan marah jika melihat suaminya lebih mementingkan orang lain atau mencintai selain dirinya. Seperti cemburu kepada kerabat suami, atau teman-temannya. Perbuatan ini kadang menimbulkan banyak permasalahan. Dengan sikap seperti itu, dia telah mempersempit kepribadian suami, dan menyebabkan timbulnya permasalahan dengan kerabatnya. Dengan sikap seperti itu, dia telah menjadikan suami benci dengan kehidupan rumah tangganya. Sikap yang demikian tidak termasuk cinta, tetapi ambisi kepemilikan dan penguasaan. Maka wajib bagi gadis ini untuk menyadari bahwa mereka adalah kerabat suami, yang tidak mungkin ia bebas lepas dari mereka, begitu pula sebaliknya mereka tidak mungkin bebas lepas darinya.


Ketiga: Gadis Durhaka





Yaitu istri yang tidak ridha dengan kehidupannya. Dia senantiasa membangkang pada suami dan menggerutu tentang segala sesuatu. Dia tidak bersikap qonaah (menerima apa adanya), senantiasa menginginkan tambahan dan lebih. Dengan sikap seperti ini, dia telah menekan suami hingga mau memenuhi keinginannya. Dia tidak peduli darimana sang suami bisa memenuhi berbagai tuntutan itu, dan bagaimana ia bisa mendapatkan harta tersebut. Dia adalah jenis istri perusak. Dia hanya mencari untuk diri dan kebahagiannya sendiri, terutama harta, bukan cinta. Dia tidak menjaga suami atau rumahnya. Biasanya keadaan yang seperti ini berakhir dengan perceraian.


Keempat: Gadis yang cuek dan masa bodoh



Gadis ini tidak layak disebut sebagai seorang istri. Dia sama sekali tidak menaruh perhatian pada suami, tidak juga pada rumahnya. Tidak berusaha memenuhi kebutuhan suami atau permintaannya. Di sini sang suami merasa bahwa si istri tidak mencintainya, atau tidak menganggapnya. Kadang yang demikian membuat sang suami bersikap kasar kepada istri sebagai usaha untuk meluruskannya. Akan tetapi jika sang istri memiliki sifat seperti ini, maka akan sulit merubahnya. Hal ini menjadikan sang suami tidak menaruh perhatian terhadap istri, tidak mesra dengannya dalam segala hal, dan bisa menyebabkan perpisahan. Maka mulai sekarang seharusnya istri mulai memberikan perhatian terhadap suami.

Kelima: Gadis yang Kekanak-kanakkan




Yaitu gadis yang senantiasa tergantung pada ibunya, dan terus terikat dengannya, bersandar kepadanya dalam segala hal. Dia bertindak dengan malu, tidak mampu mengemban tanggung jawab. Kebanyakan ibunyalah yang memberikan keputusan dan berkuasa pada seluruh urusan rumah. Maka sang putripun bersandar kepadanya dalam segala hal seperti apa yang dia kerjakan saat masih kanak-kanak. Dengan sifat seperti itu, dia tidak layak menjadi seorang ibu bagi putra-putranya, dikarenakan putra-putranya akan menjadi pribadi-pribadi yang terputus, tidak utuh. Adapun sang suami, maka ia merasa seolah-olah telah menikahi ibu mertuanya, karena dialah yang mengatur segala keperluannya. Maka wajib bagi para gadis untuk belajar memikul tanggung jawab dan berbuat secara dewasa.


Keenam: Gadis yang meninggalkan Tugas Rumah Tangga


Kebanyakan gadis seperti ini adalah gadis yang bekerja (wanita karir). Akan tetapi, ada perbedaan antara istri yang bekerja dan istri yang pergi meninggalkan tanggung jawab rumah. Artinya ada banyak istri yang bekerja, tetapi mereka dapat melakukan segenap pekerjaan rumah tangga dan memberikan perhatian terhadap berbagai keperluan suami dan anak-anak mereka. Pekerjaan mereka tidak membuat mereka durhaka terhadap keluarga. Maka istri harus menyeimbangkan antara pekerjaan dengan suami dan anak-anaknya. Janganlah pekerjaan membuat keluarga terhalangi dari perhatian dan kasih sayangnya. Sehingga sang suami merasa kehilangan kemesraan, akhirnya timbullah permasalahan diantara mereka.


Ketujuh: Gadis yang Lemah



aitu seorang gadis yang terbiasa pasrah terhadap keadaan di sekitarnya, apakah terhadap keluarga atau teman-temannya. Dia sangat lemah untuk bisa mengambil keputusan dengan dirinya sendiri, tidak berusaha mengadakan musyawarah atau menampakkan pendapat apapun. Kepribadian yang lemah, penurut, dan tidak terbiasa memikul tanggung jawab. Kebanyakan penyebabnya adalah keluarga, yaitu dengan sikap keras sang ayah, dan diamnya ibu. Maka sang suamipun kehilangan teman yang bisa memberikan nasihat, atau masukan-masukan dalam berbagai urusannya.


Kedelapan: Gadis yang membuat was was


Yaitu gadis yang menggambarkan suaminya dengan gambaran yang terburuk. Sebagai contoh, jika suami terkena penyakit mulas, maka sang istri membesar-besarkannya serta meyakininya bahwa sang suami menderita usus buntu. Jika panas sang suami meningkat dia berkata bahwa dia telah terkena demam. Jika sang suami terlambat, dia berkeyakinan telah terjadi kecelakaan atau terkena sesuatu yang tidak disukai. Istri semacam ini akan mendorong suami untuk selalu was-was dan berkhayal macam-macam serta selalu khawatir.

Kesembilan: Gadis yang Sok Sempurna



Yaitu gadis yang berambisi untuk mengerjakan sesuatu dengan benar, dan terlalu berlebih-lebihan di dalamnya sehingga sang suami dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya terkadang merasa jengkel. Sifat seperti itu membuatnya fanatik buta dalam kehidupan rumah tangga. Dia menginginkan kesempurnaan dalam segala hal. Jika pergi salah seorang teman maka harus membawa hadiah berharga dan mahal dibungkus dengan bungkus yang mewah dan seterusnya. Sifat seperti ini dimungkinkan akan membuat suami melakukan respon yang mungkin bisa menjadi seorang laki-laki yang keras dan menolak apa saja yang dilakukan istri, sekalipun perbuatan itu untuk kepentingannya, dan dia tidak lagi mementingkan keridhaan istrinya



Sekarang, carilah untuk dirimu sendiri wahai saudariku, sifat manakah dari kesembilan sifat tersebut yang kamu miliki? Kemudian bersihkanlah dari dirimu agar kehidupan rumah tanggamu selamat dan bahagia.

Diambil dari: Majalah Qiblati Edisi 11

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews